Untuk Perkuat Inovasi Kemenristek Dorong Kolaborasi Triple Helix

Untuk Perkuat Inovasi Kemenristek Dorong Kolaborasi Triple Helix  – Kementerian Riset Teknologi/Badan Riset Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) mendorong sinergi dan kolaborasi yang solid antar pemerintah, perguruan tinggi, dan industri atau triple helix demi mewujudkan ekonomi Indonesia berbasis inovasi.

Hal berikut disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Infrastruktur Kemenristek/BRIN Ali Ghufron Mukti saat ada mewakili Menteri Riset Teknologi/ Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang PS Brodjonegoro beri tambahan orasi ilmiah pada
senat terbuka Dies Natalis ke-66 Universitas Airlangga (UNAIR) Aula Gardua Mukti Kampus C, UNAIR, Surabaya.

“Sinergi dan kolaborasi _triple helix_ merupakan kunci utama penguatan inovasi sehingga Indonesia mandiri secara ekonomi. Tentunya untuk menuju ke sana dibutuhkan ekosistem riset dan inovasi yang kuat,” katanya lewat siaran pers,

Ghufron mengatakan, saat ini Kemenristek/BRIN tetap menjalin kolaborasi triple helix bersama dengan perguruan tinggi dan industri didalam membangun sinergi, lebih-lebih untuk pengembangan vaksin ‘Merah Putih. “Kita mengusahakan yang paling baik untuk melancarkan dan menunjang sistem suplai vaksin didalam negeri bersama dengan pihak terkait,” ucap Ghufron.

Universitas Airlangga sendiri sedang mengembangkan dua vaksin Covid-19, yakni Vaksin Merah Putih dan vaksin oral yang sudah memasuki bagian ketiga dari total tahapan pengembangan vaksin. Rektor UNAIR Mohammad Nasih melaporkan kemajuan dari vaksin, obat COVID-19 dan reagen yang sudah dihasilkan dari penelitian UNAIR.

Kami menghendaki saat Dies Natalis UNAIR yang ke-66 tersedia sesuatu yang dirilis. Sebab jika menanti vaksin berikut selesai dan digunakan, ya th. depan. Prediksinya Maret atau April 2021 vaksin ini dapat tuntas jika semua berlangsung bersama dengan lancar,” tegasnya.

Vaksin Merah Putih merupakan vaksin Covid- 19 yang dikembangkan bersama dengan UNAIR lebih dari satu perguruan tinggi lain di Indonesia. Sedangkan vaksin oral, merupakan vaksi dikembangkan oleh Institute of Tropical Disease (ITD) UNAIR bekerja sama bersama dengan London School of Hygiene and Tropical Medicine Inggris.

Pada kesempatan tersebut, juga dilaksanakan MoU antara Universitas Airlangga bersama dengan PT Biotis pharmacheuticals Indonesia dan Rumah Sakit dr. Soetomo Surabaya berkaitan riset pengembangan vaksin Covid-19 yang disaksikan segera oleh Staf Ahli Bidang Infrastruktur Kemenristek/BRIN Ali Ghufron Mukti sekaligus Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kemenristek BRIN, mewakili Menteri Bambang sebagai wujud dukungan pemerintah terhadap kolaborasi antar perguruan tinggi dan industri.

Related Post