Perjanjian Renville: Latar Belakang, Isi, dan Hasil

Perjanjian Renville: Latar Belakang, Isi, dan Hasil – Perjanjian Renville adalah perjanjian pada Indonesia bersama dengan Belanda yang berjalan terhadap 18 Desember 1947 sampai 17 Januari 1948.

Perjanjian Renville: Latar Belakang, Isi, dan Hasil

Perjanjian itu dilakukan di geladak kapal perang angkut serbu punya Amerika Serikat USS Renville.

Kapal Renville disepakati merupakan daerah netral dan telah berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Latar belakang Perjanjian Renville:

Perjanjian Renville diadakan untuk merampungkan perselisihan atas Perjanjian Linggarjati tahun 1946.

Perjanjian ini ditengahi oleh Komisi Tiga Negara, yang terdiri dari Amerika Serikat, Taruhan Bola Australia, dan Belgia.

Dalam perundingan itu, delegasi Indonesia dipimpin oleh Perdana Menteri Amir Syarifuddin. Sedangkan delegasi Kerajaan Belanda dipimpin oleh Kolonel KNIL R Abdul Kadir Wijoyoatmojo.

Isi Perjanjian Renville

Isi Perjanjian Renville yakni batas pada lokasi Indonesia bersama dengan Belanda yang disebut Garis Van Mook.

Menurut buku Sejarah SMP/MTs Kls IX (KTSP) karya Dr Nana Nurliana Soeyono, MA dan Dra Sudarini Suhartono, MA, disebutkan hasil Perjanjian Renville:

Hasil Perjanjian Renville:

1. Gencatan senjata masih terus dilaksanakan
2. Disetujui ada garis demarkasi yang mengantarai lokasi Republik Indonesia bersama dengan Belanda
3. TNI wajib ditarik mundur dari kantong-kantong republik di lokasi Jawa Barat dan Jawa Timur, untuk masuk ke lokasi Republik Indonesia di Yogyakarta.

Menurut mengisi Perjanjian Renville butir ketiga, pasukan TNI yang berada di kantong-kantong republik, diperintahkan untuk mundur ke Yogyakarta. Oleh karena itu lokasi Republik Indonesia (RI) makin lama sempit.

Perjanjian Renville terbukti benar-benar merugikan pihak Indonesia sehingga banyak tokoh RI yang tidak kembali percaya terhadap Perdana Menteri RI saat itu Amir Syarifuddin yang telah menyetujui perjanjian tersebut.

Pejuang Republik Indonesia yang tergabung di dalam laskar-laskar tidak senang mematuhi hasil Perjanjian Renville tersebut. Laskar-laskar itu terus melakukan perlawanan bersenjata kepada tentara Belanda.

Related Post