Optimalisasi Potensi Seni, Budaya, dan Teknologi di Papua

Optimalisasi Potensi Seni, Budaya, dan Teknologi di Papua

Optimalisasi Potensi Seni, Budaya, dan Teknologi di Papua

Papua – Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Nizam menilai kudu ada penguatan di bidang seni, budaya, dan teknologi lewat perguruan tinggi seni dan budaya di Indonesia. Pasalnya, seni dan budaya adalah perekat yang paling universal selagi ini dalam membangun masyarakat, bangsa, dan negara secara utuh. Hal tersebut diutarakan Nizam selagi kunjungan kerja di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua, Senin (29/3).

“Tanah Papua punyai banyak sekali ragam budaya dan potensi yang belum tergali optimal, tidak lupa kudu sejalan dengan perkembangan teknologi selagi ini.

Kita kudu berusaha menunjukan bahwa seni dan budaya juga juga era depan kami yang kudu diperhatikan, karena ini yang dinamakan dengan ekonomi kreatif,” pungkasnya.

Nizam mencontohkan, salah satu karya seni kami berasal dari suku Asmat berwujud ukiran kayu ukuran kecil punyai nilai menjual yang amat tinggi di luar negeri. Dan itu baru satu bentuk karya seni kami yang amat beragam.

“Bisa dibayangkan bagaimana jikalau semua kesenian yang ada di Indonesia kami kelola dengan baik, bakal membentuk rajut budaya nusantara, dan juga dapat memajukan dan menunjukan potensi penduduk di Papua ke panggung dunia,” ujarnya.

Pada hari ketiga kunjungan kerja di Papua, Dirjen Dikti juga menyambangi sebagian perguruan tinggi lain layaknya Universitas Musamus, Universitas Negeri Papua, dan Universitas Pendidikan Muhammadiyah. Saat berdiskusi dengan jajaran civitas akademika perguruan tinggi tersebut, Nizam sampaikan selagi ini pemerintah amat betul-betul membangun Indonesia berasal dari Sabang hingga Merauke, baik dalam hal infrastruktur maupun selagi ini fokus terhadap sumber daya manusia. Selain seni, budaya dan teknologi, hal tersebut juga amat berpengaruh terhadap kemajuan setiap daerah dan negara.Pasang Bola

“Perguruan tinggi adalah ujung berasal dari pendidikan yang bakal berperan mengantarkan anak-anak kami menjadi insan dewasa yang produktif membangun daerah, bangsa, dan negara,” tuturnya.

Nizam menekankan pula bahwa hal yang perlu bagi lulusan perguruan tinggi bukanlah selembar ijazah yang didapatkan, melainkan kompetensi, kemampuan, dan pengalaman untuk dapat produktif juga mempergunakan ilmu yang udah dienyam selama era perkuliahan, untuk kemudian di aktualisasikan dalam berbagai macam lapangan pekerjaan.

“Inilah yang mendorong kami semua untuk menyita program Kampus Merdeka, yaitu menyiapkan adik-adik mahasiswa sedini kemungkinan terjun ke dunia profesi yang bakal mereka arungi,” katanya.

Baca Juga : Berita Edukasi

Lebih lanjut Nizam menjelaskan bahwa selagi ini udah memasuki era disrupsi, yaitu era revolusi industri ke-4, di mana banyak hal udah tergantikan oleh sistem teknologi cerdas, tidak terselesaikan juga profesi pekerjaan yang terasa tergerus oleh teknologi.

“Ke depan bakal lebih banyak hal yang terdisrupsi, oleh karena itu kami kudu menyiapkan anak-anak kami sejak dini,” imbuhnya.

Selain itu, melihat makin berkembangnya teknologi internet, menyebabkan kami menjumpai banyak penduduk yang tergolong post-truth society (masyarakat pasca kebenaran). Setiap hari kami dibanjiri Info lewat fasilitas sosial, kebolehan kami untuk memilah Info yang benar dan tidak menjadi tantangan yang besar dalam bernavigasi menyadari dan memaknai lingkungan sosial kita.

“Hal ini menyebabkan kami kudu punyai kompetensi atau kecakapan baru dalam bernavigasi di dunia post-truth society,” ujarnya.

Nizam pun menekankan peran perguruan tinggi dalam hal-hal tersebut sangatlah penting, diawali berasal dari menyiapkan dosen-dosen kami untuk dapat melek segala bentuk perkembangan teknologi.

Related Post