Negara yang Pernah Menjajah Indonesia, Bukan Hanya Belanda dan Jepang

Negara yang Pernah Menjajah Indonesia, Bukan Hanya Belanda dan Jepang – Bagi bangsa Indonesia, penjajahan merupakan pengalaman pahit dan menyakitkan dikarenakan silih berubah dijajah bangsa asing. Bila dikalkulasikan, tidak kurang berasal dari 6 negara pernah menjajah Indonesia.

Negara yang Pernah Menjajah Indonesia, Bukan Hanya Belanda dan Jepang

Dalam buku berjudul Menggali dan Menemukan Roh Pancasila Secara Kontekstual karya I Gusti Ngurah Santika, S.Pd., M.Pd disebutkan, 6 negara yang pernah menjajah Indonesia yakni Portugis (1512-1595), Spanyol (1521-1692), Belanda (1602-1942), Prancis (1808-1811), Inggris (1811-1816), dan Jepang (1942-1945).

Dalam modul tema 6 bertajuk Magnet Indonesia bagi Bangsa Eropa, Sejarah Indonesia Paket C, Setara SMA/MA kelas XI Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan th. 2018, termasuk dijelaskan hal yang sama.

1. Portugis

Portugis adalah bangsa Eropa pertama yang berkunjung ke Asia dan lakukan Bandar Taruhan interaksi perdagangan.

Portugis mengendalikan perdagangan di Asia Tenggara lewat penguasaan Malaka terhadap th. 1511 oleh Alfonso de Albuquerque.

Selama dikuasai Portugis (1511-1642), Malaka jadi pusat perdagangan yang paling ramai di Asia.

Untuk makin besar bisnis dagang, Portugis berusaha meluaskan wilayah kekuasaannya bersama berusaha menguasai Selat Sunda. Maka terhadap th. 1522 Portugis dan Sang Hyang Prabu Surawisesa, Raja Sunda sebabkan kesepakatan perjanjian kerjasama.

Dalam kesepakatan berikut Portugis diizinkan mendirikan benteng di area yang disebut Kalapa, bersama syarat Portugis memberikan perlindungan terhadap Kerajaan Sunda berasal dari kerajaan-kerajaan Islam di Jawa (Banten, Demak, dan Cirebon).

Namun benteng ini tidak pernah dibangun. Tahun 1526 armada Portugis yang dipimpin oleh Fransisco de Saa dicerai beraikan topan dan armada yang selamat mendarat di Sunda Kelapa di bunuh oleh Pasukan Cirebon.

Tahun 1527 Portugis mengirim armada lain menuju Sunda Kelapa. Namun armada yang dikirim tidak pernah sampai, dikarenakan awak kapal memberontak yang disebabkan gajinya terlalu kecil.

Portugis tidak pernah berkuasa di Kerajaaan Sunda dan Sunda Kelapa. Meskipun demikianlah Portugis tetap lakukan perdagangan bersama Banten dan Sunda Kelapa hingga pertengahan abad ke-16.

Tahun 1619 Belanda berhasil merebut Sunda Kelapa jadi pusat perdagangan VOC dan mengubah nama Sunda Kelapa jadi Batavia.

Selain berkuasa di Malaka, terhadap th. 1512 Alfonso de Albuquerque termasuk mengirimkan armadanya ke Maluku yang dipimpin oleh Antonio de Abreu.

Armada ini bertujuan membangun monopoli Portugis atas perdagangan cengkeh. Armada pertama tiba di Pulau Banda yang merupakan pusat penghasil pala dan fuli (selaput buah pala).

Namun interaksi Portugis dan Sultan Ternate kerap diwarnai konflik, yang berujung terhadap Perlawanan Sultan Baabullah (1570 – 1584).

Sultan Baabullah mengadakan perlawanan terhadap Portugis, yang disebut bersama perang Soya-soya. Portugis mampu dikalahkan dan pergi berasal dari Maluku.

2. Spanyol

Pada jaman kekuasaan Raja Charles V, Spanyol mengutus Ferdinand Magellan (1480- 1521) untuk mendapatkan Kepulauan Maluku sebagai pulau penghasil rempah-rempah yang bermutu tinggi.

Sebelum mendapatkan Maluku, Magellan mendapatkan sebuah kepulauan terhadap th. 1521, yang oleh Raja Philip II berasal dari Spanyol dinamakan Filipina.

Kehadiran Magellan tidak di terima di Filipina, agar berjalan peperangan yang sebabkan terbunuhnya Ferdinand Magellan.

Terbunuhnya Ferdinand Magellan tidak menyurutkan misi bangsa Spanyol untuk mendapatkan Pulau Rempah, Maluku.

Ekspedisi ini pada akhirnya diteruskan oleh Sebastian del Cano yang berhasil hingga di Kepulauan Maluku terhadap th. 1521 dan ulang ke Spanyol terhadap th. 1522.

Anggota rombongan del Cano ada yang tetap tinggal di Maluku dan lakukan perdagangan bersama orang-orang Maluku.

Kedatangan Spanyol ini mengusik Portugis yang sudah lebih dahulu hingga di Maluku. Kemudian berjalan perseteruan di pada keduanya.

Persaingan pada dua negara Eropa ini berjalan sejalan bersama pertentangan pada Sultan Ternate dan Sultan Tidore. Sultan Tidore bersekutu bersama Spanyol dan Sultan Ternate bersekutu bersama Portugis.

Mereka saling lakukan perlawanan. Pertentangan dua negara Eropa ini memaksa Paus turun tangan untuk mendamaikan.

Hasil perundingan disepakati Perjanjian Saragosa terhadap th. 1529. Perjanjian ini membagi kekuasan Spanyol dan Portugis.

Spanyol berkuasa atas Meksiko ke arah Barat hingga Kepulauan Filipina. Sedangkan Portugis berkuasa atas Brazil ke arah Timur hingga Kepulauan Maluku.

Related Post