Kemendikbud Perlonggar Pengajuan Program Indonesia Pintar Tuk Perluas Akses Pendidikan

Kemendikbud Perlonggar Pengajuan Program Indonesia Pintar Tuk Perluas Akses Pendidikan

Kemendikbud Perlonggar Pengajuan Program Indonesia Pintar Tuk Perluas Akses Pendidikan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berkomitmen untuk memperluas akses pendidikan kepada seluruh anak di Indonesia. Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan, Abdul Kahar mengatakan, pihaknya menghendaki kepada seluruh sekolah ataupun dinas pendidikan di area untuk memperlonggar persyaratan administratif bagi siswa tak sanggup yang mengidamkan mendaftar sebagai peserta Program Indonesia Pintar (PIP).
Pasang Bola
Pasalnya selama ini, kata Abdul Kahar banyak anak yang seharusnya meraih bantuan PIP namun sebab terganjal persyaratan administratif seperti tak ada nomor induk kependudukan atau akta kelahiran supaya mereka tak sanggup meraih bantuan. Imbasnya mereka terpaksa perlu putus sekolah sebab tak tersedia biaya.

“Kan terkadang teman-teman di lapangan itu utamakan administratif. Nah yang saya katakan tolong teman-teman sepenuhnya intinya administrasi kan sanggup nyusul. Tetapi jangan sampai sebab administrasi orangtua yang belum lengkap justru mengorbankan hak anak,” tegas Abdul Kahar di Hotel Holiday Inn, Jakarta Pusat terhadap Jumat (18/12/2020).

Menurut Abdul Kahar, pendidikan merupakan hak dasar bagi anak. Jangan sebab belum menangkapi syarat administratif lantas mengakibatkan si anak tak sanggup mengenyam pendidikan.

“Yang namanya pendidikan kan hak, hak asasi ya bagi seluruh warga negara kita. Dan berkali-berkali Bapak Presiden kami menggarisbawahi bahwa jangan sampai tersedia anak Indonesia yang tidak sekolah sebab miskin atau sebab orangtuanya tidak sanggup membiayai,” ucap dia.

Bantuan Operasional Siswa
Hadirnya bantuan PIP, kata Abdul Kahar seharusnya mengakomodasi seluruh anak, terhitung mereka yang orangtuanya belum punyai identitas kependudukan. Soal persyaratan tersebut, menurutnya orangtua sanggup melengkapinya di lantas hari.

“Di sinilah kehadiran negara untuk meyakinkan bahwa seluruh anak Indonesia sanggup menempuh perlu belajar. Nah ini yang saya katakan tadi bahwa jangan sampai di satuan pendidikan justru benar-benar utamakan persyaratan administratif supaya mengorbankan hak anak untuk belajar,” tandasnya.

PIP merupakan bantuan pendidikan dasar dan menengah yang sampai sementara ini udah lima th. berjalan. Mulai th. ini PIP ada terhitung untuk menopang pendidikan atas, yaitu dalam wujud PIP Kuliah. PIP Kuliah diproyeksikan menarget 200 ribu mahasiswa miskin.

Abdul Kahar meyakinkan bahwa PIP merupakan bantuan operasional siswa. Di mana dana itu digunakan untuk mencukupi segala perangkap siswa untuk menopang keberlanjutan pendidikan mereka, seperti digunakan untuk biaya transportasi.

Related Post