Kemendikbud Luncurkan Buku Tips Pembelajaran Daring Perguruan Tinggi

Kemendikbud Luncurkan Buku Tips Pembelajaran Daring Perguruan Tinggi – Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan tiga buku untuk perguruan tinggi dan masyarakat. Salah satunya adalah booklet pembelajaran daring .

Kemendikbud Luncurkan Buku Tips Pembelajaran Daring Perguruan Tinggi

Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam mengatakan, Booklet Pembelajaran Daring berisikan tips simpel tetapi praktis yang ditulis oleh rekan-rekan praktisi pembelajaran daring yang diinginkan bisa menjadi referensi para dosen dan mahasiswa di dalam jalankan pembelajaran daring.

Menurutnya, pembelajaran daring sebenarnya mempunyai banyak berlebihan dan juga kekurangan sehingga tidak bisa menukar pembelajaran tatap wajah sepenuhnya. “Namun Kedatangan teknologi Taruhan Bola bakal memperkuat dan memperdalam sistem pembelajaran ke depannya,” katanya lewat siaran pers Kamis (10/12).

Adapun ketiga buku berikut pada lain buku Inti Dasar Capaian Pendidikan (IDCP), National Virtual Career Fair 2020 (Seed of Resilience), dan Booklet Pembelajaran Daring. Peluncuran ketiga buku ini bertujuan untuk menggalakan penerbitan buku-buku asumsi berasal dari perguruan tinggi yang berupa ilmiah kondang untuk perguruan tinggi maupun masyarakat luas pemerhati pendidikan tinggi.

“Semasa pandemi ini banyak buku yang lahir berasal dari sejumlah perguruan tinggi. Sehingga peluncuran buku ini juga sebagai upaya membangun budaya membaca peranan menambah literasi nasional,” jelasnya.

Nizam menjelaskan, buku IDCP sendiri merupakan buah karya berasal dari Majelis Pendidikan Dewan Pendidikan Tinggi yang berisikan infusi IDCP di dalam pembelajaran berbagai mata kuliah di bidang ilmu yang berbeda. Sehingga, buku ini diinginkan bisa memberi tambahan gambaran mengenai implementasi IDCP di dalam berbagai rentang pemikiran.

“IDCP ini buah asumsi mengenai bagaimana membangun nilai-nilai perlu bagi dunia pendidikan tinggi yang wajib diwujudkan secara holistik, mulai berasal dari kecakapan kompetensi sampai stimulan berpikir parah dan kreatif, gara-gara dosen bukan cuma transfer ilmu, tetapi juga memperkuat cii-ciri tersebut,” ucap Nizam.

Related Post