Jadi The Next Lego Mainan Edukasi Kain Flanel Potensial

Jadi The Next Lego Mainan Edukasi Kain Flanel Potensial  РMainan edukasi bikinan Arek Malang, FunLearning-id, mendapat apresiasi Kementerian Riset dan Teknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (Ristek Brin) Indonesia.
Karya ini masuk jajaran 10 besar nominator peraih Anugerah Inovasi Indonesia 2020. Satu-satunya dari Malang dan menghalau lebih dari 90 peserta lain se-Indonesia.
Bahkan, mainan edukasi yang terbuat dari limbah sisa kain flanel ini, digadang-gadang bakal jadi The Next Lego-nya Indonesia.

”Itu yang aku gak nyangka. Mereka (Ristrek Brin) bilang jika mainan ini mampu jadi The Next Lego Indonesia. Karena gak hanya sekedar mainan, tetapi termasuk mengasah otak. Sama kayak Lego,” ungkap Founder FunLearning_id, Novia Maulina (31), p
Perlu diketahui, Anugerah Masyarakat Inovatif ini diberikan sebagai apresiasi kepada masyarakat lazim (grassroot) atau startup kreatif dan inovatif dalam membuahkan karya bermanfaat.
Nantinya, pemenang mendapat pendampingan pengembangan usaha dan dipatenkan HKI-nya (Hak Kekayaan Intelektual).

Mainan Jajan Tradisional, Isi Piringku, dan Anatomi Tubuh, kata Via, mendapat apresiasi positif dari panitia. Disana, anak dituntun untuk studi pengetahuan pengetahuan basic berkenaan biologi, asupan gizi, sampai kearifan lokal. Dan, masih ada banyak kembali mainan edukasi lainnya.
“Seperti Program Isi Piringku itu kan termasuk se-visi bersama dengan kampanye baru dari Kemenkes sebagai pengganti semboyan 4 sehat 5 sempurna.Bandar Taruhan Value lebihnya disitu. Jadi mampu semacam jadi fasilitas baru dalam sistem pembelajaran anak-anak,” terangnya.
Lebih jauh, dia bakal mencoba mempresentasikan mainan ini untuk dipakai di sekolah-sekolah sebagai metode pembelajaran baru. Atau paling tidak, mampu jadi opsi orang tua sebagai fasilitas pembelajaran buat anak.
“Semua perihal pada dasarnya mampu disampaikan melalui mainan flanel ini sih,” tambahnya.
Kedepannya dia berharap, usaha kecilnya ini mampu terhubung peluang kerjasama bersama dengan banyak pihak, terlebih memberdayakan warga ibu-ibu dan crafter lokal setempat agar memberikan nilai ekonomis baru.
“Menciptakan peluang lapangan kerja baru. Selain itu termasuk sebagai alternatif mengfungsikan limbah sisa kain berharga ekonomis,” pungkasnya.

Related Post