Edukasi Pentingnya Zinc untuk Ibu Hamil Dinkes Kota Malang

Edukasi Pentingnya Zinc untuk Ibu Hamil Dinkes Kota Malang – Komitmen Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang untuk memerangi stunting tetap digalakkan. Salah satunya lewat Sosialisasi Peran Zinc pada Ibu Hamil di dalam Pencegahan Stunting di Kota Malang,

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kota Malang, Latifah Hanun, menyebutkan bahwa zinc merupakan asupan mineral yang diperlukan oleh ibu hamil. Sehingga dapat menunjang merawat dan menjaga tumbuh kembang janin sehat di dalam kandungan

“Zinc itu terlampau perlu bagi ibu hamil gara-gara berperan di dalam pertumbuhan janin. Kekurangan zinc dapat membuat keguguran, bayi lahir prematur, bayi tidak berkembang di dalam janin, hingga bayi lahir dengan berat badan rendah,” sebutnya.

Hanun menjelaskan, sosialisasi ini untuk mengedukasi para ibu hamil sekaligus menghimpit angka stunting.
Diketahui, sejauh ini angka stunting tetap tersisa 14 prosen atau kira-kira 7 ribu anak yang terbagi menjadi tiga masalah yaitu kurus, kurus sekali, dan sakit.
“Kalau hamil itu semestinya program yang bagus, ibu hamil mampir ke puskesmas (kontrol kehamilan) sekurang-kurangnya empat kali selama jaman kehamilan, tapi yang namanya masyarakat kan tidak tentu, kadang ada yang enam bulan baru datang. Nah disitulah kita pacu, untuk mengawal pertumbuhan janin yang sehat,” beber dia.
Aturannya, menurut Hanun, Zinc harus udah dikonsumsi oleh calon ibu sejak dinyatakan hamil. Apalagi zinc udah ada dibanyak tempat. Antara lain, apotek ataupun selagi tengah pengecekan kandungan. Tentu, dengan dosis yang udah diresepkan oleh bidan.
Dia berharap, lewat sosialisasi ini, ibu hamil lebih sensitif pada kehamilannya. Juga mendorong kerjasama Rumah Sakit (RS), Puskesmas, dan Bidan Praktik/Swasta untuk mengedukasi perlu dan manfaat zinc bagi ibu hamil.
“Biasanya termasuk dikasih memahami tapi kadangkala ibu hamil sendiri belum memahami kegunaan lebihnya suplemen zinc ini bagaimana. Jadi ini disini kita jelaskan,” tandasnya
Kegiatan ini, diikuti oleh kurang lebih 300 bidan dari Rumah Sakit (RS), Puskesmas, dan Bidan Praktik/Swasta se-Kota Malang.
Tak menghendaki kecolongan dengan timbulnya klaster baru, sosialisasi ini digelar dengan dua metode secara bersamaan. Yakni luar jaringan (luring) dengan kuota 100 peserta di Hotel Aria, Kota Malang. Sementara, 200 peserta sisanya mengikuti jalannya kesibukan lewat di dalam jaringan (daring).(ads)

Related Post