Mulai Tahun Ini, Vokasi ITS Terima Mahasiswa Baru lewat LTMPT

Mulai Tahun Ini, Vokasi ITS Terima Mahasiswa Baru lewat LTMPT

Mulai Tahun Ini, Vokasi ITS Terima Mahasiswa Baru lewat LTMPT

Pada penerimaan mahasiswa baru th. 2021 ini, seleksi masuk program sarjana terapan atau vokasi resmi dikelola oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).
Pasang Bola
Dengan adanya kebijakan baru ini, menjadi th. ini ITS turut terhubung peluang lebih luas bagi para calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi ke Fakultas Vokasi (FV) ITS melalui tiga pilihan jalur seleksi. Baca juga: Jalur Ketua Osis IPB University Dibuka 1 Februari, Cek Persyaratannya

Menurut Direktur Pendidikan ITS Siti Machmudah, pilihan jalur seleksi ini sama bersama dengan mekanisme jalur penerimaan program sarjana. Ketiga jalur selanjutnya adalah Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) bersama dengan kuota 20 %, Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN) kuota 30 prosen dan sisanya untuk Seleksi Kemitraan dan Mandiri (SKM).

“Dengan keseluruhan daya tampung untuk SNMPTN sebanyak 176, SBMPTN sebanyak 264, serta SKM sebanyak 440 mahasiswa,” katanya melalui siaran pers, Senin (18/1).

Mengenai pergantian kebijakan mekanisme seleksi ini, Dekan FV ITS Prof Ir Muhammad Sigit Darmawan pun menyambutnya bersama dengan baik. Menurutnya, Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI) telah lama sekali memperjuangkan pergantian ini. Baca juga: ITS Sediakan 3 Jalur Masuk Penerimaan Mahasiswa Baru

“Usulan selanjutnya baru disetujui oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada th. 2021 ini seiring bersama dengan dibentuknya Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi,” terang Sigit.

Kebijakan selanjutnya dinilai Sigit sebagai wujud kesetaraan antara Pendidikan Akademik dan Vokasi. Melihat selama ini, seleksi masuk Pendidikan Vokasi pada kebanyakan dilakukan terpisah setelah seleksi Pendidikan Akademik.

Hal selanjutnya amat mungkin mayoritas peserta menentukan vokasi sebab terpaksa dan jadi pilihan terakhirnya, bukan sebab kesadaran sedari awal. “Maka, penyelenggaraan seleksi secara seiring ini menjadikan para peserta perlu telah mengambil keputusan pilihan cocok passion-nya dan bukan sebab keterpaksaan,” ujarnya.

Guru Besar Teknik Infrastruktur Sipil ITS selanjutnya menilai secara tidak langsung, bersama dengan proses yang baru ini, mutu calon mahasiswa vokasi terhitung akan lebih baik dibandingkan kalau seleksinya dilakukan paling akhir.

“Di samping itu, skema SNMPTN dan SBMPTN selanjutnya memberi tambahan barangkali bagi FV ITS untuk beroleh calon mahasiswa dari semua Indonesia yang mana agak sulit dilakukan kalau Mengenakan skema lama,” katanya.

Related Post