FIB UI Kembangkan Metode Pembelajaran CLDS

FIB UI Kembangkan Metode Pembelajaran CLDS

FIB UI Kembangkan Metode Pembelajaran CLDS

Tim Akademisi dari Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya (PPKB) Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI) sukses mengembangkan metode pembelajaran daring dan konten digital bertemakan ilmu-ilmu humaniora yang dinamai Cultural Literacy for Digital Society (CLDS).
FS88BET
Tim yang diketuai Mochamad Aviandy, S.Hum ini membuat inovasi dari CLDS yang membuahkan dua luaran, yakni pembelajaran daring yang berkonsep audiovisual dan modul dan juga yang berkonsep cuma audio saja.

Modul pembelajaran daring bersama dengan tema Sejarah Publik (Public History) gunakan platform pembelajaran yang dikembangkan independent oleh PPKB FIB UI, sedangkan medium pembelajaran daring yang berkonsep cuma audio gunakan platform keliru satu fasilitas sosial.

“Hadirnya metode pembelajaran ini menjadi keliru satu solusi pembelajaran daring di era pandemi. Pada umumnya, kebanyakan orang gunakan aplikasi tuntuk hiburan mendengarkan musik, tetapi hasil riset tim PPKB FIB UI mendapatkan bahwa Spotify dapat digunakan sebagai fasilitas pembelajaran daring,” ujar Aviandy melalui siaran pers, Rabu (10/2).

Plt. Kepala Pusat Penelitian Kebijakan, Balitbang dan Perbukuan Kemendikbud Irsyad Zamjani mengapreasiasi tim PPKB FIB UI yang telah menciptakan inovasi pembelajaran daring.

“Metode ini merupakan bagian dari upaya internasionalisasi Sejarah Publik di semua dunia. Di Asia Tenggara, Indonesia merupakan yang pertama, yang ambil bagian di dalam upaya ini. Oleh gara-gara itu, suatu kehormatan bagi Pusat Penelitian Kebijakan Kemendikbud RI untuk ambil bagian di dalam upaya ini,” katanya.

Tim riset PPKB FIB UI yang terdiri dari Kresno Brahmantyo, Wina Aprilia Tirtapraja, Hilman Handoni dan perwakilan peneliti dari Kemendikbud Genardi Atmadiredja terinspirasi menciptakan metode pembelajaran ini berangkat dari terdapatnya kesenjangan konsep literasi dan keterbatasan akses pada masyarakat kota dan desa.

Di kota-kota besar, akses terhadap koneksi internet yang lumayan dan lancar cenderung enteng didapatkan. Akan tetapi, persoalannya bakal jauh tidak sama bersama dengan kondisi di daerah, terutama di pelosok nusantara.

Hasil riset metode pembelajaran daring CLDS telah membuahkan 2 modul, yakni drakologi dan public history dan juga 2 season podcast. Kedua seri modul ini terdiri atas begitu banyak ragam video pembelajaran yang dibuat untuk memperkenalkan dan mempopulerkan kembali pengetahuan humaniora di tengah gempuran konten bermahzab STEM-ilmu-ilmu sains dan teknologi.

Seri video ini mengatakan secara simpel ilmu/ konsep/ riset di dalam pengetahuan humaniora yang tetap amat relevan dan krusial untuk era sekarang. Adapun luaran podcast berfokus untuk mengenalkan dan juga menganalisis kata-kata yang mempunyai begitu banyak ragam pemaknaan.

Konsep CLDS gunakan konten yang direkam dari para narasumber ahli di bidangnya berbentuk MOOC, Seri Video, dan juga Podcast. CLDS mengusung 3 fitur keunggulan, yakni pertama Engaging, CLDS gunakan konten multimedia layaknya teks, gambar, audio, video, dan infografik memiliki kualitas tinggi.

Kedua interaktif, luaran dari CLDS yang berbentuk modul, secara optimal memfasilitasi pertalian antar semua pengguna melalui fitur-fitur layaknya forum diskusi, kelompok chats, video konferensi, dan juga live discussion. Ketiga, CLDS punyai fitur layaknya learner’s journal & blog dan mapping tool.

Kunjungi Juga : Berita Edukasi

Beragamnya fitur ini bertujuan sehingga pemahaman pengguna terbentuk dari arti yang terlihat dari interaksi-interaksi pada pemelajar bersama dengan sesama pemelajar, pembelajar, dan juga bersama dengan bahan-bahan yang dipelajarinya.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *