Dinilai Aman, Sleman Putuskan Sekolah Tatap Muka Mulai Februari

Dinilai Aman, Sleman Putuskan Sekolah Tatap Muka Mulai Februari

Pemkab Sleman siap menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) pada Februari 2021. Terutama untuk jenjang sekolah basic (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Sedangkan jenjang TK dan PAUD belum dapat dilaksaakan.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, untuk PTM direncanakan dapat digerak secara serentak untuk jejang SD dan SMP atau yang jadi kewenangan kabupatan, terasa 1 Februari 2021. Untuk itu, sekolah sudah diminta untuk buat persiapan sarana dan prasarana penunjang
“Di Januari ini, kami mengimbuhkan saran kepada sekolah untuk PTM tersebut,” kata Sri Purnomo,Senin (4/1/2020).

Sri Purnomo menjelaskan, untuk PTM sendiri tetap bersama protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Contoh teknisnya daerah duduk siswa dibuat berjarak, siswa kudu mengenakan masker, dan mencuci tangan bersama sabun sebelum masuk area kelas.

“Jadi skemanya adalah penerapan Cita Mas Jajar (cuci tangan bersama sabun, kenakan masker, dan jaga jarak) yang merupakan kunci untuk pencegahan penyebaran COVID-19,” paparnya
Namun begitu, untuk PTM ini, tetap kudu ada izin dari orang tua atau wali murid. Jika ada yang tidak mengimbuhkan persetujuan, tetap dapat mengimbuhkan service pembelajaran secara daring, berapa pun kuantitas siswanya.

“Misal dari 100 siswa, hanya ada dua yang tidak setuju, maka dua siswa itu tetap dapat dilayanan pembelajaran secara online,” jelasnya.

 

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman Ery Widaryana mengimbuhkan untuk PTM sudah jalankan persiapan sejak November 2020, juga menghendaki persetujuan orang tua. Sekolah juga sudah membuat skenario pembelajaran tatap muka, terasa dari kedatangan siswa hingga pulang.

“Saat ini sudah banyak orang tua yang mengimbuhkan persetujuan PTM. Namun demikian, wali murid masih berhak membatalkan persetujuan jika pertimbangannya eksalasi kasus Covid-19,” jelasnya..

Menurut Ery, sebelum menerapkan PTM, terlebih dahulu dapat menginventarisasi sekolah mana saja yang siap mengakses pembelajaran tatap muka, serta berkoordinasi bersama Satgas COVID-19. Untuk PTM sendiri dapat ditunaikan bersama amat terbatas dan hati-hati. Tiap kurun waktu khusus dapat ditunaikan evaluasi.

“Pada langkah awal, pembelajaran tatap muka tidak ditunaikan secara full melainkan bersama proses shift. Pengaturan jadwal masuk pun semuanya jadi wewenang sekolah,” terangnya.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *